Thursday, December 6, 2018

Ironi
 


Dalam senja nampak penantian luar biasa
Menunggu terang bertransformasi hingga jingga keemasan
Duduk tenang bersanding bayangan
Menerka apakah indah hari ini akan ditemui esok hari

Dalam rusuknya tersayat sembilu
Mengingat duka berkaca pada semesta
Dua manusia berbeda dermaga
Menerangkan bahwa janji hanya sebatas hiperbola

Nampak air mata mengiringi berlalunya senja
Tanpa syarat ia biarkan senja kembali ke peraduannya
Dia tau betul bagaimana menjaga
Sekalipun tuturnya hanya ironi semata. 

SoB

Friday, November 23, 2018

Senja dibatas waktu




Sang jingga mulai menampakkan ronanya.
Membuatku merasa kembali pada senja yang sama.
Dimana kita menjadi kata yang paling aku suka.
Membuatku mengingat bagaimana harus memperlakukan luka masa lalumu.
Mengingat bagaimana caramu menyampaikan setiap jengkal masalahmu.
Segala hal yang menyangkut orang-orang disekitarmu.
Nampak matamu mulai berkaca hingga pecah air mata.
Aku takut harus bagaimana memperlakukan setiap duka manusia.
Dengan sebab dan kadar pilu yang sudah pasti beda takarannya.
Hingga tangismu menjadi satu perekat rasa.
Sebagai salah satu alasan kenapa aku merasa harus tetap berada disamping orang yang sama.

Jingga mulai perlahan tenggelam.
Menyadarkan ku bahwa semua telah hilang.
Bukan hanya senja kegemaranku.
Tapi juga sahabat terbaikku.
Aku benci ketika malam merenggut senjaku.
Senja yang senantiasa menemaniku dalam mengingat segala tentangmu.
Sekalipun aku tau bagaimana pedihnya merasakan rindu.
Tidak ada satupun kaca pecah yang bisa kembali cerah.
Memancarkan bahagia yang telah hilang sirna.

Senjaku karam
Malam benar-benar ingin mengambil alih semuanya.
Mengambil hatimu yang tentu saja suka pada hal baru.
Aku rindu bagaimana matamu nanar dengan suara bergetar.
Mempercayaiku dengan segala macam cara tetap tegar.
Aku suka bagaimana caramu menangis lalu tenang dengan hanya satu ucapan.
Aku akan tetap disini.
Disampingmu.
Tak peduli bagaimana mereka menghancurkan hatimu.
Aku adalah orang pertama yang akan menjaga hatimu.
Sebagai sahabatmu.
Lebih dari saudaramu.
Anggap aku kakakmu, adikmu, siapapun semaumu.
Orang yang berkat pilunya tangismu memeluk erat hatiku merasa bertanggung jawab atas sebagian hatimu.

Gulita mengambil alih suasana.
Aku tersadar bagaimana aku terlarut dalam kesedihan.
Mengingatmu sendiri dalam diam.
Menyadari bahwa senja benar-benar hilang.
Terenggut malam bertabur bintang.

Selamat datang sendu.
Selamat datang rindu.
Kumohon jangan membuatku candu.
Aku takut larut dalam senja dengan segala pilu.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat datang di blog ini. Blog ini mungkin akan berisi tentang puisi,atau cerita-cerita singkat yang mungkin sama dengan kisah kalian. Kalian bisa request untuk beberapa kisah kalian untuk dimuat di blog ini dalam bentuk puisi dan sebagainya. Untuk usulannya bisa lewat email ya. Blog ini akan publish minimal 2minggu sekali ya kalau ada bahan, hehehe. :)
Cukup sekian ya pembukaan kali ini.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.