Ironi
Dalam senja nampak penantian luar biasa
Menunggu terang bertransformasi hingga jingga keemasan
Duduk tenang bersanding bayangan
Menerka apakah indah hari ini akan ditemui esok hari
Dalam rusuknya tersayat sembilu
Mengingat duka berkaca pada semesta
Dua manusia berbeda dermaga
Menerangkan bahwa janji hanya sebatas hiperbola
Nampak air mata mengiringi berlalunya senja
Tanpa syarat ia biarkan senja kembali ke peraduannya
Dia tau betul bagaimana menjaga
Sekalipun tuturnya hanya ironi semata.
SoB
